Senin, 03 April 2017

Sejarah Akrilik

Pertama kali bahan ini diperkenalkan sekitar tahun 1928an di berbagai laboratorium dan dijual ke pasar secara bebas sekitar tahun 1933 oleh Rohm and Haas Company. Bahan ini merupakan polymethyl methacrylate yang berupa polimer sintetis dari metil metakrilat yang memiliki sifat mencair apabila dipanaskan dan permukaan bahan ini transparan. Polymethyl methacrylate dijual dengan berbagai macam merek dagang dan pada umumnya lebih dikenal dengan akrilik.

PMMA (Polymethyl metacrylate) merupakan sebuah material yang berbentuk transparan, menawan untuk dekoratif, dan aman untuk proses makanan. ciri utama material ini adalah warnanya yang bening transparan. Bukan hanya sekedar bening, PMMA juga sangat sedikit sekali menyerap cahaya yang melalui bahan material tersebut. Hal ini yang menjadikan perbedaan optis yang utama dengan kaca. Meskipun tampak bening, kaca menyerap sinar yang masuk sehingga semakin tebal ukuran sebuah kaca maka semakin sedikit cahaya yang dapat menembusnya, maka sifat tembus pandang dari kaca akan semakin berkurang. Sedangkan pada bahan Polymethyl metacrylate, penyerapan cahaya yang terjadi sangatlah sedikit sehingga walaupun ukuran tebal dari bahan ini semakin bertambah, sifat transparannya tidak akan berubah.

Sifat lain yang dimiliki oleh kaca adalah bersifat lebih mudah pecah jika dibandingkan dengan Polymethyl metacrylate. Bahan ini bersifat lebih lentur, sehingga secara teknik dapat menahan beban pada hentakan tekanan dinamik air. Selain itu, hal yang mungkin dapat merugikan adalah kaca mudah berlumut, sedangkan pada Polymethyl metacrylate tidak. Berbagai perbedaan ini yang membuat akuarium-akuarium dengan ukuran besar tidak menggunakan kaca sebagai bahan utamanya, melainkan memanfaatkan bahan Polymethyl metacrylate.

Adapun beberapa keunggulan yang dimiliki oleh bahan Polymethyl metacrylate antara lain adalah tahan benturan, lentur, tahan lama, bening, transparan, mudah untuk dibentuk, memiliki berat yang lebih ringan dari pada kaca dan aman untuk produk penyimpanan makanan, karena dapat mencegah berkembangnya mikroorganisme.

Akrilik sering kali dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan berbagai macam karya kerajinan tangan, seperti tanda dan rambu-rambu, hiasan berbentuk bunga, bonsai, bros bunga, hiasan keranjang untuk air minum, kotak tisu, gantungan kunci, kalung, gelang, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar